May
02/11
Mayoritas Siswa SMP Yang Mengundurkan Diri Berasal Dari SMP Terbuka Dan MTS
Last Updated on Monday, 2 May 2011 04:04
Written by win
Monday, 2 May 2011 04:04

Setelah dilakukan pemetaan, ternyata siswa smp dan sederajat yang paling banyak mengundurkan diri dari ujian nasional kemarin merupakan siswa SMP terbuka dan MTS. Hal ini terungkap dalam hearing Komisi D Dprd Jember bersama dinas pendidikan senin siang.

Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi sebelumnya menyayangkan banyaknya siswa smp yang mengundurkan diri dari unas. Bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibanding siswa smu dan sederajat. Jika dibanding kabupaten lain seperti Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi Dan Lumajang, Jember merupakan yang paling banyak.

Ayub meminta dinas pendidikan tidak hanya melakukan asal siswa, tetapi juga persoalan yang melatar belakangi mereka sampai mundur dari unas. Karena hanya dengan demikian dinas pendidikan bisa mencarikan solusi agar persoalan seperti ini tidak terulang ladi di tahun-tahun mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Sudiono menjawab pertanyaan Ayub ini menjelaskan, dari data yang dimiliki dinas pendidikan, mayoritas siswa yang mengundurkan diri dari unas merupakan siswa smp terbuka yang berinduk kepada sekolah negeri. Selain itu juga dari 300 lebih siswa yang mengundurkan diri, 70 diantaranya merupakan siswa mts negeri.

Semua siswa yang mengundurkan diri sudah mengisi surat pernyataan yang menyertakan alasannya mengundurkan diri. Ahmad mengakui ada yang beralasan menikah, berkerja bahkan ada yang mengaku sudah tidak berminat untuk belajar. Untuk itu dinas pendidikan berencana melakukan komunikasi dengan kantor Kementerian Agama Jember. Selain karena mts berada di bawah kantor kementerian agama, kantor kementerian agama juga membawahi KUA di kecamatan. Setidaknya KUA dan pihak desa menunda memberikan ijin menikah sampai selesainya ujian nasional.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi D Dprd Jember Ayub Junaedi sempat memunculkan wacana dibuatnya perjanjian antara orang tua dengan pihak sekolah, untuk tidak menikahkan putra-putrinya sebelum lulus ujian nasional. Wacana ini muncul karena ayub merasa prihatin dengan banyaknya siswa setingkat smp yang mengundurkan diri dari ujian nasional. Jika di lumajang yang mengundurkan diri hanya 9 orang, di jember bisa mencapai 319 orang.



Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Radio Streaming



 

Recent Comments

  • poetra: Kotareyog Ponorogo juga telah mempersiapkan se-Rangkaian Acara Harlah GP ANSHOR ke 78 – Jalan Santai Unik...
  • tukangojek: UDAH NAMA PERUSAHAAN SALAH , PAKAI TOPENG, HUH.. SEMOGA INVESTOR ASING HENGKANG DARI JEMBER DAN...
  • jember: Jember dilawan :D
  • win: yup betul mas.. saya sangat sepakat dengan pendapat mas ipunk.. akan kita sampaikan pendapat mas ipunk kepada...
  • damond ipunk: jangan cm lima tahun, hukuman itu terlalu ringan untuk kasus pencuri seperti itu, karana kelakuan...