Feb
06/10
Angka Kemiskinan Di Jember Menempati Urutan Pertama Se Jawa Timur
Last Updated on Saturday, 6 February 2010 04:14
Written by she
Saturday, 6 February 2010 04:14

Meski tidak termasuk sebagai kabupaten termiskin ternyata angka kemiskinan di kabupaten Jember masuk kategori paling banyak dibandingkan 38 kabupaten lain di Jawa Timur. Hal ini berdasarkan data di badan pusat statistik kabupaten Jember.

Kepala kantor Badan Pusat Statistik Jember Nella Oktaviana mengatakan, angka kemiskinan di propinsi Jawa Timur secara keseluruhan sebanyak 3 juta lebih kepala keluarga. Jumlah sebanyak itu terbagi menjadi tiga ketegori, sangat miskin,  miskin dan hampir miskin.

Sedangkan untuk kabupaten Jember lanjut Nella, merupakan terbanyak dibandingkan seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. Menyusul kemudian kabupaten Bondowoso dan kabupaten Malang. Tetapi jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk, Jember tidak masuk kategori kabupaten termiskin. Kabupaten termiskin di tempati Bondowoso kemudian disusul kabupaten Sampang.

Sementara wakil gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf sebelumnya mengatakan, pemerintah propinsi sudah menyiapkan program khusus untuk memberdayakan masyarakat miskin. Jenis progamnya nanti akan disesuaikan dengan katogori kemiskinannya. Rumah tangga sangat miskin misalnya, akan diberikan cash transfer atau semacam bantuan langsung tunai. Sedangkan rumah tangga miskin dan hampir miskin akan diberikan akses pinjaman modal untuk mendongkrak perekonomian mereka.



Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments

  • jember: Jember dilawan :D
  • win: yup betul mas.. saya sangat sepakat dengan pendapat mas ipunk.. akan kita sampaikan pendapat mas ipunk kepada...
  • damond ipunk: jangan cm lima tahun, hukuman itu terlalu ringan untuk kasus pencuri seperti itu, karana kelakuan...
  • rudibprakoso: Mau workshop atau mau pelesir nih???? Kalau cuman workshop kenapa harus keluar kota Jember…....
  • win: sip.. jangan sampai tunjangan yang sudah diperoleh dari uang rakyat, justru tidak diimbangi dengan...